Pernah gak sih kamu main game yang awalnya cuma iseng, tapi tiba-tiba udah jam 3 pagi dan besok ada meeting? Nah, Hades adalah definisi dari game kayak gitu. Dirilis tahun 2020 oleh Supergiant Games, game roguelike asal Yunani ini sudah memenangkan banyak penghargaan — termasuk Game of the Year — dan setelah puluhan jam saya habiskan, saya akhirnya paham kenapa.
Apa Itu Hades?

Hades adalah game aksi dungeon-crawler dengan elemen roguelike. Kamu bermain sebagai Zagreus, putra Hades (dewa dunia bawah dalam mitologi Yunani), yang berusaha kabur dari Underworld. Masalahnya, ayahnya sendiri gak rela anaknya pergi, dan seluruh penghuni neraka dikerahkan buat menghentikan kamu.
Premisnya sederhana: kamu mulai dari ruang pribadi Zagreus di House of Hades, lalu berjuang melewati empat biome berbeda — Tartarus, Asphodel, Elysium, dan Temple of Styx — sambil menghadapi musuh yang makin brutal di setiap level. Kalau mati (dan kamu akan mati, sering banget), kamu kembali ke awal, tapi dengan cerita yang terus berkembang.
Gameplay: Cepat, Responsif, dan Nagih Banget
Dari sisi kontrol, Hades adalah salah satu game paling responsif yang pernah saya mainkan. Dash cepat, serangan terasa berbobot, dan kombinasi antara serangan biasa, spesial, dan Cast (proyektil jarak jauh) membuat combat terasa dinamis tanpa terlalu rumit.
Setiap kali kamu memasuki ruangan baru, kamu akan dikasih Boon — hadiah dari dewa-dewa Olympus seperti Zeus, Athena, Poseidon, dan lainnya. Ada 10 dewa Olympian yang masing-masing menawarkan efek berbeda: Zeus menambahkan chain lightning ke seranganmu, Athena memberikan deflect, Poseidon memberikan knockback dengan damage tambahan saat musuh menabrak dinding. Kombinasi antara senjata dan Boon inilah yang bikin setiap run terasa unik.
Pilihan senjatanya juga beragam: pedang Stygius, tombak Varatha, perisai Aegis, busur Coronacht, sarung tangan Malphon, dan meriam Exagryph. Setiap senjata punya beberapa Aspect yang mengubah cara main secara drastis — misalnya Aspect of Arthur untuk Stygius yang mengubahnya jadi pedang raksasa dengan serangan lambat tapi damage gede.
Cerita dan Karakter: Bukan Sekadar Roguelike Biasa
Ini yang membedakan Hades dari game roguelike kebanyakan. Di genre ini, biasanya cerita cuma tempelan — kamu mati, ulang, mati lagi, dan narasi jalan di tempat. Tapi di Hades, setiap kematian memajukan cerita. Karakter-karakter di House of Hades — dari Hades yang dingin, Nyx yang misterius, sampai Achilles yang bijaksana — selalu punya dialog baru setiap kamu balik dari run yang gagal.
Voice acting-nya juga top-tier. Dialog antara Zagreus dan karakter lain terasa natural dan sering kali lucu. Supergiant Games bahkan merekam ribuan baris dialog supaya interaksi tetap terasa segar bahkan setelah puluhan jam bermain. Hubungan Zagreus dengan Megaera, Thanatos, dan Dusa juga bisa berkembang jadi hubungan yang lebih dalam — bukan sekadar side quest kosong.
Progresi yang Gak Bikin Frustasi
Satu masalah umum game roguelike adalah grinding yang bikin frustasi — kamu mati, kehilangan semua progres, dan harus mulai dari nol lagi. Hades menangani ini dengan elegan lewat sistem Mirror of Night.
Setiap run, kamu mengumpulkan Darkness dan Keys yang bisa dipakai untuk upgrade permanen: tambahan HP, extra dash, damage boost, chance rare Boon, dan masih banyak lagi. Artinya, meskipun kamu mati terus di boss pertama, setiap run tetap memberi progres berarti. Rasanya selalu ada kemajuan, dan itu yang bikin kamu terus balik main.
Visual dan Audio: Karya Seni yang Bergerak
Gaya visual Hades adalah salah satu yang paling memorable dalam beberapa tahun terakhir. Art style-nya seperti komik modern dengan palet warna yang berani — Tartarus yang gelap dan hijau, Asphodel yang penuh lava menyala, Elysium dengan nuansa biru keemasan. Setiap frame terasa seperti lukisan.
Soundtrack oleh Darren Korb juga luar biasa. Dari Out of Tartarus yang energik sampai Good Riddance yang menyayat hati, setiap track menambah atmosfer game ini. Efek suara combat juga memuaskan — setiap serangan dan dash terdengar crispy.
Pro dan Cons Setelah 50+ Jam
Yang Bikin Hades Istimewa
- Combat fluid dan adiktif — Respon kontrol instan, variasi build luar biasa
- Cerita terintegrasi sempurna — Kematian jadi bagian narasi, bukan reset kosong
- Voice acting dan musik kelas atas — Setara dengan game AAA
- Progresi yang menghargai waktu — Selalu ada kemajuan tiap run
- Replayability tinggi — 6 senjata x 4 Aspect x 10 dewa = kombinasi hampir tak terbatas
- Harga terjangkau — Di Steam sekitar Rp130 ribuan, sering diskon
Yang Mungkin Jadi Kekurangan
- Kurva belajar lumayan curam — 5-10 run pertama mungkin bikin frustasi pemula
- Gak ada multiplayer — Murni single-player, gak bisa co-op
- Endgame agak repetitif — Setelah cerita utama selesai, motivasi lanjut agak turun
- Beberapa boss fight terasa bullet hell — Gak semua orang suka layar penuh proyektil
Verdict: Apakah Hades Worth It?
Jawaban singkatnya: iya, sangat worth it. Hades adalah game yang berhasil menyempurnakan formula roguelike dengan narasi yang dalam, combat yang memuaskan, dan presentasi visual-audio yang luar biasa. Ini adalah game yang bisa dinikmati baik oleh veteran genre roguelike yang sudah jago maupun pemula yang baru pertama kali nyemplung.
Kalau kamu suka game aksi yang menantang tapi gak mau yang punishing kayak Dark Souls, atau kamu pengen game dengan cerita bagus yang bisa dimainkan dalam sesi 20-40 menit per run, Hades adalah pilihan tepat. Plus, dengan adanya sekuel Hades II yang sudah masuk Early Access sejak 2024, sekarang adalah waktu yang pas buat nyelesaiin game pertama sebelum lanjut ke petualangan Melinoe.
Rating
9/10 — Masterpiece roguelike yang menyempurnakan genre-nya.
- Gameplay: 9.5/10
- Cerita: 9/10
- Visual: 9.5/10
- Audio: 10/10
- Replayability: 8.5/10
Kamu udah pernah main Hades? Kenalan pertama kamu sama game Supergiant Games yang lain atau justru ini yang bikin kamu penasaran? Share pengalaman kamu — kita selalu penasaran sama cerita pemain lain.
Mau review game seru lainnya + tips gaming yang gak basi? Gabung aja di channel Telegram kita: t.me/spinmujur — update rutin tiap minggu, no spam, purely buat sesama gamer.
🔗 SpinMujur — panduan hiburan & game online terpercaya.

Pingback: Review Free Fire MAX 2026: Masih Seru? Grafis, Tips & Verdict | SpinMujur