Picsum ID: 439
Capcom kembali membawa seri legendarisnya ke akar horor klasik lewat Resident Evil: Requiem. Setelah beberapa seri terakhir lebih condong ke aksi, Requiem justru mengajak pemain pulang ke Raccoon City dengan nuansa yang jauh lebih mencekam.
Di Requiem, kamu mengendalikan Grace Ashcroft, seorang agen FBI sekaligus putri dari Alyssa Ashcroft yang pernah muncul di Resident Evil Outbreak. Berlatar di Raccoon City yang sudah jadi kota hantu, game ini memadukan horor psikologis dengan aksi yang tetap intens. Kombinasi ini terasa seperti kembalinya formula klasik yang dirindukan banyak fans lama.
Nama “Requiem” sendiri terasa pas — game ini seperti penghormatan terakhir untuk kota yang jadi saksi awal malapetaka biologis di semesta Resident Evil. Buat kamu yang tumbuh bareng seri ini, berjalan lagi di lorong-lorong Raccoon City jelas bikin merinding sekaligus bernostalgia.
Satu hal yang langsung terasa dari menit awal adalah amunisi yang terbatas. Requiem memaksa kamu berpikir dua kali sebelum menembak, persis seperti era Resident Evil 2. Eksplorasi dan manajemen sumber daya jadi lebih penting daripada sekadar refleks menembak. Pintu terkunci, teka-teki, dan item kunci klasik kembali hadir, memberi ritme yang khas game horor survival lawas.
Musuh juga dirancang untuk menekan mental, bukan sekadar menyerbu. Beberapa tipe musuh punya pola serangan yang harus dipelajari, sehingga sembarangan menembak justru membuang-buang peluru. Bagi yang terbiasa dengan game aksi modern, ini bisa jadi penyesuaian yang menantang sekaligus menyegarkan.
Pro: atmosfer horor yang kuat, cerita yang menyambung ke lore lama, dan keseimbangan antara eksplorasi serta aksi yang pas.
Cons: ritme awal cenderung lambat, dan beberapa teka-teki terasa klise bagi yang sudah khatam seri ini. Bagi pemain yang lebih suka aksi tanpa henti, bagian penyelidikan mungkin terasa sedikit lambat.
Resident Evil: Requiem adalah langkah berani yang terasa tepat. Bagi fans lama, game ini seperti surat cinta untuk era kejayaan horor klasik Capcom. Bagi pemain baru, ini gerbang yang solid untuk masuk ke dunia Resident Evil. Kalau kamu mencari horor yang menegangkan dengan aksi yang tetap memuaskan, Requiem layak masuk daftar tunggu.
Rating: 8.5/10
Kalau kamu penggemar Resident Evil klasik yang rindu suasana mencekam tanpa terlalu banyak ledakan, Requiem jelas untukmu. Sebaliknya, kalau kamu lebih menikmati game action dengan tempo cepat dan minim jeda, ada baiknya menyesuaikan ekspektasi. Terlepas dari itu, kualitas produksi yang ditawarkan Capcom tetap layak diapresiasi dan bikin penantian menjelang rilis terasa semakin berat.
Pada akhirnya, Resident Evil: Requiem membuktikan bahwa kembali ke akar horor klasik bukan berarti mundur. Justru di sinilah kekuatan utama Capcom selama bertahun-tahun. Buat kamu yang sudah lama menunggu kembalinya nuansa survival horor sejati, game ini patut diberi kesempatan ketika resmi dirilis nanti.
Sumber: Lapakgaming
Bagi pencinta JRPG era klasik, kabar kembalinya Tales of Eternia dalam versi remaster tentu jadi…
Akhir pekan adalah waktu paling pas buat berkumpul, dan salah satu cara terbaik menikmatinya adalah…
Ada game yang diam-diam mencuri perhatian karena memadukan dua aktivitas yang tampaknya tidak nyambung: menyelam…
Mengontrol seekor kucing di dunia cyberpunk yang penuh robot dan cahaya neon — itulah premis…
Kalau kamu bosan dengan formula game bertahan hidup yang itu-itu saja, Pacific Drive bisa jadi…
Ada satu game yang belakangan ramai dibicarakan pencinta role-playing game klasik: Final Fantasy Resonance .…