Menyambut 30 tahun waralabanya, Capcom menghadirkan Resident Evil Requiem, game utama kesembilan dalam seri horor survival paling ikonik ini. Dirilis pada 27 Februari 2026, game ini mendapat sambutan luar biasa dari kritikus dan disebut sebagai perayaan 30 tahun yang layak dikenang.
Baca juga: Review Resident Evil: Requiem — Kembali ke Horor Klasik Raccoon City, Worth It Gak?
Baca juga: Review Valheim 1.0: Deep North yang Layak Dinanti Lima Tahun
Baca juga: Until Dawn 2 Diumumkan: Sekuel Horor dengan Pilihan dan Konsekuensi yang Lebih Dalam
Requiem menghadirkan dua karakter yang bisa dimainkan secara bergantian. Pertama, Grace Ashcroft, seorang analis FBI yang digambarkan sebagai kutu buku introvert dan tidak terlalu mahir bertarung. Kedua, Leon S. Kennedy, agen DSO yang kembali tampil besar setelah absen sejak Resident Evil 6 (2012).
Perbedaan gaya bermain keduanya jadi nilai jual utama. Bagian Grace melanjutkan nuansa survival horror klasik dengan sumber daya terbatas, memaksa pemain lebih berhati-hati. Sementara bagian Leon lebih berorientasi aksi dengan senjata melimpah dan pertarungan boss yang lebih tradisional.
Salah satu elemen paling menegangkan adalah monster bernama “The Girl” yang memburu Grace. Monster ini kebal terhadap serangan biasa dan harus dihindari, mirip Mr. X di Resident Evil 2 atau Lady Dimitrescu di Resident Evil Village. Kehadirannya membuat setiap langkah terasa menegangkan, apalagi saat kamu harus menyelinap atau bersembunyi di bawah meja.
1. Tone gelap yang kental. Requiem kembali ke akar horor dengan atmosfer mencekam dan cerita yang serius.
2. Keseimbangan horor dan aksi. Perpaduan dua gaya bermain membuat permainan tidak monoton.
3. Teknologi RE Engine. Game ini jadi Resident Evil pertama yang dirancang untuk konsol generasi kesembilan, dan hasil visualnya memukau.
4. Fitur lengkap. Update Photo Mode yang dirilis Maret 2026 menambah keseruan untuk mengabadikan momen-momen dramatis.
Meski nyaris sempurna, ada beberapa catatan kecil. Sebagian pemain merasa bagian aksi Leon kadang terasa lebih ringan ketegangannya dibanding bagian Grace. Selain itu, sistem penyimpanan dengan ink ribbon di mode klasik bisa terasa menyulitkan bagi pemain baru yang terbiasa dengan auto-save. Namun, justru inilah yang membuat pengalaman horor terasa lebih otentik.
Dengan penjualan 5 juta kopi dalam 5 hari dan lebih dari 8 juta kopi dalam enam bulan, Requiem menjadi game Resident Evil dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah. Angka itu membuktikan kualitasnya. Buat penggemar horor survival maupun pendatang baru, Resident Evil Requiem adalah pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.
Sumber: IGN
Bagi pencinta JRPG era klasik, kabar kembalinya Tales of Eternia dalam versi remaster tentu jadi…
Akhir pekan adalah waktu paling pas buat berkumpul, dan salah satu cara terbaik menikmatinya adalah…
Ada game yang diam-diam mencuri perhatian karena memadukan dua aktivitas yang tampaknya tidak nyambung: menyelam…
Mengontrol seekor kucing di dunia cyberpunk yang penuh robot dan cahaya neon — itulah premis…
Kalau kamu bosan dengan formula game bertahan hidup yang itu-itu saja, Pacific Drive bisa jadi…
Ada satu game yang belakangan ramai dibicarakan pencinta role-playing game klasik: Final Fantasy Resonance .…