Picsum ID: 277
Setelah lama absen, seri aksi legendaris Capcom akhirnya kembali dengan gebrakan besar. Onimusha: Way of the Sword berhasil membuktikan bahwa waralaba klasik tetap punya tempat di hati para pemain era modern. Buktinya, game ini langsung menembus angka 2,5 juta kopi terjual hanya dalam hitungan hari setelah rilis, dan mengantongi skor 89 di Metacritic dari bedah kritis puluhan media papan atas.
Baca juga: Review Ace Combat 8: Wings of Theve — Perang Udara Paling Mengesankan di Seri Ini
Baca juga: Call of Duty: Modern Warfare 4 Rilis 23 Oktober 2026, Ini Fitur Baru yang Dinanti
Baca juga: Review Onimusha: Way of the Sword — Kebangkitan Sang Samurai yang Memuaskan
Baca juga: Review Outer Wilds: Game Eksplorasi Luar Angkasa yang Penuh Keajaiban
Baca juga: Review Firewatch: Game Eksplorasi dengan Cerita yang Membekas
Kami menghabiskan cukup waktu menyusuri Jepang era feodal yang penuh iblis dan intrik, dan inilah review jujurnya.
Onimusha: Way of the Sword tidak lagi sekadar bercerita tentang memburu iblis. Narasinya kini jauh lebih gelap dan personal, menyelami pergulatan batin seorang pendekar di tengah ambisi politik Jepang yang berdarah. Dialog-dialognya terasa lebih matang dan berbobot, membuat perjalanan sang protagonis terasa nyata dan menyentuh.
Bagi penggemar lama, kembalinya pendekar ikonik dengan wajah yang dipindai dari sang aktor legendaris Takeshi Kaneshiro menambah rasa nostalgia sekaligus kesegaran. Teknologi pemindaian wajah 8K membuat karakternya tampil sangat hidup.
Inti dari Onimusha selalu terletak pada duel pedangnya, dan game ini menyajikannya dengan sangat baik. Sistem pertarungannya terasa responsif, dengan kombinasi serangan, pengelakan, dan teknik khusus yang menuntut pemain membaca pola lawan. Menghadapi kerumunan iblis sambil memanfaatkan gerakan penghindar menciptakan ritme yang cepat namun tetap terkendali.
Penambahan elemen wilayah terbuka juga memberi ruang eksplorasi yang lebih luas dibanding seri klasiknya. Kamu tidak lagi berpindah dari satu arena ke arena lain secara linear, melainkan bisa menjelajahi dunia yang lebih hidup.
Dari sisi teknis, Onimusha: Way of the Sword adalah salah satu game paling memukau tahun ini. Tekstur zirah hingga guratan halus di wajah karakter tampak begitu tajam, dengan peningkatan ketajaman tekstur yang signifikan dari proyek sebelumnya. Di PS5, game ini menyajikan opsi 4K 120fps, dengan pantulan cahaya pada permukaan logam dan air yang sangat akurat berkat ray tracing.
Optimalisasi di PC juga patut diacungi jempol. Game ini sanggup berjalan mulus di berbagai konfigurasi, dari spesifikasi sederhana hingga kelas atas.
Onimusha: Way of the Sword adalah contoh sempurna bagaimana menghidupkan kembali waralaba klasik dengan penghormatan terhadap sumbernya. Ia bukan sekadar polesan ulang, melainkan sebuah lompatan yang membuat sang samurai legendaris kembali relevan. Kami memberi rating 9 dari 10, dan ini layak masuk daftar game aksi terbaik tahun ini.
Sumber: IDN Gaming
Bagi pencinta JRPG era klasik, kabar kembalinya Tales of Eternia dalam versi remaster tentu jadi…
Akhir pekan adalah waktu paling pas buat berkumpul, dan salah satu cara terbaik menikmatinya adalah…
Ada game yang diam-diam mencuri perhatian karena memadukan dua aktivitas yang tampaknya tidak nyambung: menyelam…
Mengontrol seekor kucing di dunia cyberpunk yang penuh robot dan cahaya neon — itulah premis…
Kalau kamu bosan dengan formula game bertahan hidup yang itu-itu saja, Pacific Drive bisa jadi…
Ada satu game yang belakangan ramai dibicarakan pencinta role-playing game klasik: Final Fantasy Resonance .…