Picsum ID: 943
Sebagai salah satu game PlayStation 5 eksklusif paling dinanti tahun ini, Marvel’s Wolverine datang dengan beban ekspektasi yang besar. Game garapan Insomniac Games ini menempatkan Logan, sang mutant bercakar adamantium, sebagai pemeran utama dengan aksi yang jauh lebih brutal dibanding seri Spider-Man yang mengangkat nama sang studio. Hasilnya? Sebuah game yang memukau di satu sisi, tapi memancing perdebatan di sisi lain.
Baca juga: Review Ace Combat 8: Wings of Theve — Perang Udara Paling Mengesankan di Seri Ini
Baca juga: 7 Game Offline Android untuk Menemani Perjalanan Jauh tanpa Bikin Bosan
Baca juga: Review Onimusha: Way of the Sword — Kebangkitan Sang Samurai yang Memuaskan
Baca juga: Review Onimusha: Way of the Sword — Kebangkitan Legenda Samurai yang Memukau
Kami menghabiskan cukup waktu menyelami perjalanan Logan, dan inilah review jujurnya.
Keunggulan paling mencolok dari Marvel’s Wolverine adalah sistem pertarungannya. Game ini tidak main-main dalam menyajikan kekerasan: cakar Logan benar-benar terasa menusuk dan setiap pukulan punya bobot yang memuaskan. Rating MA15+ yang disandangnya bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan betapa brutalnya pertarungan di sini. Bagi penggemar aksi, inilah pengalaman Wolverine yang paling autentik sejauh ini.
Insomniac jelas berhasil menerjemahkan inti karakter Wolverine ke dalam gameplay: agresif, cepat, dan tanpa ampun.
Dari sisi karakter, game ini dinilai berhasil menghormati esensi Wolverine. Logan digambarkan sebagai sosok yang keras kepala, mudah marah, namun tetap punya sisi rapuh. Penggambaran ini membuat banyak penggemar merasa bahwa inilah game Wolverine terbaik yang pernah dibuat, sekaligus salah satu judul terbaik di tahun 2026.
Namun, tidak semua ulasan bernada positif. Sebagian kritikus justru menyebut Marvel’s Wolverine sebagai kekecewaan terbesar era PS5. Keluhan utamanya adalah cerita yang terasa dangkal dan dunia yang kurang hidup dibanding Spider-Man. Beberapa ulasan menilai aksinya memang seru, tetapi alur dan pengembangan karakternya kurang menggigit, sehingga pengalaman terasa cepat jenuh setelah jam-jam awal.
Perbedaan tajam ini membuat Marvel’s Wolverine menjadi salah satu game paling kontroversial tahun ini. Ada yang memuji aksi brutalnya, ada pula yang mengkritik minimnya kedalaman naratif.
Marvel’s Wolverine adalah game yang akan kamu nikmati sepenuhnya jika yang kamu cari adalah aksi brutal dan penghormatan pada sang karakter. Namun, jika kamu berharap kedalaman cerita setara karya terbaik Insomniac, ekspektasimu mungkin perlu sedikit diturunkan. Kami memberi rating 8 dari 10: memuaskan sebagai game aksi, meski belum sempurna sebagai pengalaman yang utuh.
Sumber: IDN Gaming
Bagi pencinta JRPG era klasik, kabar kembalinya Tales of Eternia dalam versi remaster tentu jadi…
Akhir pekan adalah waktu paling pas buat berkumpul, dan salah satu cara terbaik menikmatinya adalah…
Ada game yang diam-diam mencuri perhatian karena memadukan dua aktivitas yang tampaknya tidak nyambung: menyelam…
Mengontrol seekor kucing di dunia cyberpunk yang penuh robot dan cahaya neon — itulah premis…
Kalau kamu bosan dengan formula game bertahan hidup yang itu-itu saja, Pacific Drive bisa jadi…
Ada satu game yang belakangan ramai dibicarakan pencinta role-playing game klasik: Final Fantasy Resonance .…