Ada banyak game indie yang tampil sederhana, tetapi hanya sedikit yang meninggalkan kesan mendalam setelah kreditnya bergulir. Death’s Door, karya Acid Nerve dan Devolver Digital, termasuk ke dalam kelompok yang langka itu. Kamu berperan sebagai seekor gagak kecil yang bekerja sebagai penagih jiwa, dan dari premis yang sederhana itu lahirlah petualangan yang hangat sekaligus penuh teka-teki.
Baca juga: 7 Game Cozy Indie untuk Menenangkan Pikiran setelah Hari Sibuk
Baca juga: Review Jujur: Coffee Talk Episode 2 — Game Ngobrol Hangat di Kedai Kopi
Berikut review jujur kami setelah menamatkan permainan ini.
Death’s Door adalah game aksi-petualangan dengan sudut pandang atas yang memadukan pertarungan serba cepat, eksplorasi, dan teka-teki ringan. Kamu mengendalikan seekor gagak yang tugasnya menjemput jiwa-jiwa yang sudah waktunya pergi. Namun, sebuah insiden membuat jiwa yang seharusnya kamu antar justru dicuri, dan kamu harus menjelajahi dunia yang luas untuk mengambilnya kembali.
Ceritanya disampaikan dengan gaya yang tenang dan penuh humor gelap yang lembut, tanpa terasa menggurui.
Pertarungan di Death’s Door terasa sederhana pada awalnya, tetapi perlahan berkembang dengan senjata dan kemampuan baru yang membuat setiap pertemuan terasa segar. Kamu bisa menghindar, menyerang, dan menggunakan berbagai alat yang membuka banyak cara untuk menghadapi musuh. Setiap serangan musuh terasa adil, sehingga kematian selalu terasa sebagai akibat dari kesalahanmu sendiri, bukan karena kontrol yang buruk.
Kepuasan bertarung ini mengingatkan kami pada pengalaman di review Hollow Knight yang juga menghargai ketepatan dan ketelatenan pemain.
Dunia Death’s Door digambarkan dengan gaya seni yang lembut dan palet warna yang memikat. Setiap area punya identitas yang kuat, dari hutan yang rimbun hingga kastil yang megah. Yang membuat eksplorasi semakin seru adalah banyaknya rahasia tersembunyi yang menanti untuk ditemukan, memberi alasan untuk kembali menjelajahi area yang sudah pernah kamu lewati.
Selain bertarung, kamu juga akan menemui berbagai teka-teki yang tidak terlalu sulit tetapi cukup memuaskan untuk dipecahkan. Desain levelnya saling terhubung dengan cerdas, sehingga rasa penasaran untuk membuka jalan baru selalu terjaga. Ini membuat ritme permainan terasa pas, tidak monoton pada pertarungan semata.
Kalau kamu menyukai eksplorasi yang penuh keajaiban, coba juga review Outer Wilds yang menawarkan rasa penemuan serupa.
Death’s Door adalah bukti bahwa game indie tidak butuh skala besar untuk meninggalkan kesan yang kuat. Dengan pertarungan yang memuaskan, dunia yang indah, dan cerita yang menyentuh, game ini pantas mendapat tempat di daftar favoritmu. Kami memberi rating 8,9 dari 10.
Kalau kamu ingin menjelajahi lebih banyak game indie yang berkesan, lihat daftar game indie terbaik 2026 kami.
Sumber: Pengalaman bermain langsung dan informasi resmi dari pengembang Acid Nerve serta penerbit Devolver Digital.
Bagi pencinta JRPG era klasik, kabar kembalinya Tales of Eternia dalam versi remaster tentu jadi…
Akhir pekan adalah waktu paling pas buat berkumpul, dan salah satu cara terbaik menikmatinya adalah…
Ada game yang diam-diam mencuri perhatian karena memadukan dua aktivitas yang tampaknya tidak nyambung: menyelam…
Mengontrol seekor kucing di dunia cyberpunk yang penuh robot dan cahaya neon — itulah premis…
Kalau kamu bosan dengan formula game bertahan hidup yang itu-itu saja, Pacific Drive bisa jadi…
Ada satu game yang belakangan ramai dibicarakan pencinta role-playing game klasik: Final Fantasy Resonance .…