Buat kamu generasi 90-an yang sempat akrab sama konsol PlayStation pertama, nama Brigandine pasti bikin nostalgia. Game strategi legendaris yang sempat jadi favorit para penggemar SRPG ini akhirnya “dibangkitkan” lagi oleh Happinet. Setelah Brigandine: The Legend of Runersia rilis tahun 2020, kini giliran seri terbaru Brigandine Abyss siap menyapa para fans.
Brigandine memang sempat jadi judul yang cukup niche di masanya, tapi berhasil menempatkan diri sebagai game strategi yang diingat banyak orang. Daya tarik utamanya terletak pada perpaduan antara manajemen faksi, pengaturan unit, dan pertarungan taktis di atas peta yang khas. Meski resepsi Runersia terbilang tidak terlalu hangat karena nuansanya yang sedikit berbeda dari seri original, Happinet tetap melanjutkan franchise ini lewat Brigandine Abyss dengan setting yang benar-benar baru.
Di Brigandine Abyss, kamu bakal diminta memilih satu di antara enam faksi utama yang diperkenalkan lewat trailer perdana. Ceritanya berpusat pada upaya melawan Abyssloa Empire yang berusaha menguasai benua Meltitea. Sama seperti pendahulunya, gameplay-nya mengandalkan pengaturan unit di atas peta grid heksagonal—ciri khas yang bikin seri ini terasa unik dibanding SRPG kebanyakan.
Karena setiap faksi punya karakteristik dan gaya bertarung yang berbeda, pilihan faksi di awal bakal sangat memengaruhi cara kamu menyusun strategi. Ini bikin nilai replay-nya tinggi, karena kamu bisa menjajal pendekatan yang berbeda di setiap permainan.
Selain Story Mode, gamer yang pengin pengalaman lebih bebas bisa mengandalkan Mission Mode. Mode ini menawarkan kurang lebih 24 negara yang masing-masing datang dengan misi kemenangan uniknya sendiri. Cocok banget buat kamu yang suka bereksperimen tanpa terikat alur cerita utama.
Brigandine Abyss dijadwalkan meluncur pada 26 Agustus 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC (lewat Steam). Ini jadi kabar gembira buat pemilik konsol generasi terbaru maupun gamer PC yang selama ini menantikan kelanjutan seri ini.
Kalau dibandingkan SRPG modern yang sering fokus ke grafis, Brigandine justru menonjol di sisi kedalaman strategi. Keputusan kecil seperti penempatan unit, formasi pasukan, dan kapan harus menyerang bisa menentukan hasil pertempuran. Elemen manajemen faksi juga bikin permainan terasa seperti simulasi perang mini, bukan sekadar puzzle taktik biasa.
Kombinasi enam faksi dengan filosofi berbeda—ada yang mengandalkan kekuatan brute force, ada yang lebih lincah lewat kecepatan—membuka banyak gaya bermain. Buat yang suka bereksperimen, mencoba semua faksi bisa menghabiskan puluhan jam dengan pengalaman yang berbeda tiap kali permainan dimulai. Faktor replayability inilah yang bikin banyak fans setia rela kembali memainkan seri ini berulang kali.
Kalau kamu penggemar game strategi taktis dengan nuansa fantasi dan manajemen unit yang dalam, Brigandine Abyss layak masuk wishlist. Kombinasi enam faksi dengan gaya bermain berbeda plus grid heksagonal yang menantang bisa jadi hiburan seru untuk mengisi waktu. Apalagi kalau kamu kangen sama seri Brigandine klasik—ini kesempatan buat bernostalgia sekaligus merasakan sentuhan modernnya. Buat yang belum pernah coba genre SRPG, judul ini juga bisa jadi pintu masuk yang menarik. Apalagi buat yang suka game dengan pilihan dan konsekuensi, setiap keputusan strategis di Brigandine Abyss terasa berdampak nyata sampai akhir pertandingan.
Sumber: KoKang Gaming
IO Interactive membuktikan diri lewat 007 First Light. Game asal-usul James Bond ini diganjar pujian…
Coffee Talk Episode 2: Hibiscus & Butterfly hadirkan suasana kedai kopi yang hangat dan cerita…
Horror game dari solo developer Midoriyama ini menjadikan keseimbangan kue sebagai sumber ketegangan. Prologue-nya sudah…
Star Wars Zero Company resmi rilis 27 Agustus 2026. Simak review jujur game taktik turn-based…
Kadang kita tidak butuh game dengan aksi cepat dan skor tinggi. Kadang yang kita butuhkan…
Kuota menipis atau lagi di tempat minim sinyal? Tenang, 7 game mobile ringan ini bisa…