
Setelah sukses besar lewat seri Marvel’s Spider-Man, Insomniac Games kembali dengan proyek superhero yang sangat dinanti: Marvel’s Wolverine. Gim ini resmi rilis pada 15 September 2026, eksklusif untuk PlayStation 5.
Baca juga: Call of Duty: Modern Warfare 4 Rilis 23 Oktober 2026, Ini Fitur Baru yang Dinanti
Baca juga: Review Marvel’s Wolverine: Brutal dan Memuaskan, tapi Publik Terbelah
Baca juga: Review Mewgenics: RPG Roguelite Kucing Mutan dari Kreator The Binding of Isaac
Pertanyaan besarnya bukan lagi soal kapan Logan hadir, melainkan seberapa berhasil Insomniac menerjemahkan karakter ikonik tersebut ke dalam pengalaman gim generasi PS5. Berikut ulasan lengkapnya.
Bukan Sekadar Spider-Man dengan Wolverine
Insomniac jelas tidak ingin sekadar menempelkan karakter Wolverine ke formula Spider-Man. Gim ini dirancang sebagai pengalaman aksi-petualangan single-player yang lebih linear dan berfokus pada cerita, bukan dunia terbuka.
Pemain mengikuti perjalanan James “Logan” Howlett dalam menghadapi ancaman terhadap manusia dan para mutan. Pendekatan naratif yang lebih terarah ini membuat tempo cerita terasa ketat dan terkontrol.
Pertarungan Jarak Dekat yang Brutal
Daya tarik utamanya jelas ada pada sistem pertarungan. Logan menggunakan cakar adamantium sebagai senjata utama, dan pertarungan dirancang cepat serta agresif. Kemampuan regenerasi dan kekuatan fisiknya menjadi bagian penting dari gameplay.
Ulasan awal banyak memuji bagaimana Insomniac menangkap karakter Wolverine sebagai sosok yang agresif dengan gaya bertarung brutal. Berbeda dari mobilitas Spider-Man yang lincah, Wolverine justru terasa lebih berat namun memuaskan di pertarungan jarak dekat.
Karakter X-Men dan Lokasi yang Beragam
Materi gameplay memperlihatkan sejumlah karakter penting dari dunia X-Men, termasuk Sabretooth, Mystique, Omega Red, dan Deathstrike. Cerita juga membawa Logan menjelajah berbagai wilayah, dari Kanada hingga Jepang.
Konflik dalam cerita berkaitan dengan ancaman terhadap para mutan dan operasi kelompok yang berusaha memburu mereka, memberikan nuansa yang lebih gelap dibanding seri Spider-Man.
Durasi yang Padat
Laporan awal menyebut kampanye utama Marvel’s Wolverine berada di kisaran belasan jam. The Verge, misalnya, menyelesaikan gim ini dalam sekitar 13 jam dan menilai struktur yang ringkas itu justru jadi salah satu karakteristik menariknya.
Ini bukan gim yang meminta puluhan jam di dunia terbuka, melainkan pengalaman single-player yang padat dan fokus.
Verdict
Marvel’s Wolverine adalah langkah berani Insomniac untuk menghadirkan identitas yang berbeda dari Spider-Man. Pertarungan brutal dan penggambaran Logan yang kuat jadi kekuatan utamanya, meski sebagian ulasan mengkritik variasi gameplay yang tidak selalu konsisten.
Bagi penggemar Marvel dan gim aksi single-player, Marvel’s Wolverine layak masuk daftar wajib di bulan September ini.
Sumber: The Verge
