
Setelah lama absen, seri aksi legendaris Capcom akhirnya kembali dengan gebrakan besar. Onimusha: Way of the Sword berhasil membuktikan bahwa waralaba klasik tetap punya tempat di hati para pemain era modern. Buktinya, game ini langsung menembus angka 2,5 juta kopi terjual hanya dalam hitungan hari setelah rilis, dan mengantongi skor 89 di Metacritic dari bedah kritis puluhan media papan atas.
Baca juga: Review Ace Combat 8: Wings of Theve — Perang Udara Paling Mengesankan di Seri Ini
Baca juga: Call of Duty: Modern Warfare 4 Rilis 23 Oktober 2026, Ini Fitur Baru yang Dinanti
Baca juga: Review Onimusha: Way of the Sword — Kebangkitan Sang Samurai yang Memuaskan
Baca juga: Review Outer Wilds: Game Eksplorasi Luar Angkasa yang Penuh Keajaiban
Baca juga: Review Firewatch: Game Eksplorasi dengan Cerita yang Membekas
Kami menghabiskan cukup waktu menyusuri Jepang era feodal yang penuh iblis dan intrik, dan inilah review jujurnya.
Cerita yang Lebih Gelap dan Personal
Onimusha: Way of the Sword tidak lagi sekadar bercerita tentang memburu iblis. Narasinya kini jauh lebih gelap dan personal, menyelami pergulatan batin seorang pendekar di tengah ambisi politik Jepang yang berdarah. Dialog-dialognya terasa lebih matang dan berbobot, membuat perjalanan sang protagonis terasa nyata dan menyentuh.
Bagi penggemar lama, kembalinya pendekar ikonik dengan wajah yang dipindai dari sang aktor legendaris Takeshi Kaneshiro menambah rasa nostalgia sekaligus kesegaran. Teknologi pemindaian wajah 8K membuat karakternya tampil sangat hidup.
Pertarungan yang Memuaskan
Inti dari Onimusha selalu terletak pada duel pedangnya, dan game ini menyajikannya dengan sangat baik. Sistem pertarungannya terasa responsif, dengan kombinasi serangan, pengelakan, dan teknik khusus yang menuntut pemain membaca pola lawan. Menghadapi kerumunan iblis sambil memanfaatkan gerakan penghindar menciptakan ritme yang cepat namun tetap terkendali.
Penambahan elemen wilayah terbuka juga memberi ruang eksplorasi yang lebih luas dibanding seri klasiknya. Kamu tidak lagi berpindah dari satu arena ke arena lain secara linear, melainkan bisa menjelajahi dunia yang lebih hidup.
Visual yang Mengagumkan
Dari sisi teknis, Onimusha: Way of the Sword adalah salah satu game paling memukau tahun ini. Tekstur zirah hingga guratan halus di wajah karakter tampak begitu tajam, dengan peningkatan ketajaman tekstur yang signifikan dari proyek sebelumnya. Di PS5, game ini menyajikan opsi 4K 120fps, dengan pantulan cahaya pada permukaan logam dan air yang sangat akurat berkat ray tracing.
Optimalisasi di PC juga patut diacungi jempol. Game ini sanggup berjalan mulus di berbagai konfigurasi, dari spesifikasi sederhana hingga kelas atas.
Pro dan Kontra
Kelebihan
- Pertarungan pedang yang responsif dan memuaskan.
- Cerita yang lebih gelap, personal, dan matang.
- Visual memukau dengan dukungan ray tracing.
- Optimalisasi yang sangat baik di berbagai perangkat.
Kekurangan
- Bagi pemain baru, sebagian lore seri klasik mungkin terasa kurang familiar.
- Elemen dunia terbuka belum sepenuhnya dalam seperti RPG modern.
Verdict
Onimusha: Way of the Sword adalah contoh sempurna bagaimana menghidupkan kembali waralaba klasik dengan penghormatan terhadap sumbernya. Ia bukan sekadar polesan ulang, melainkan sebuah lompatan yang membuat sang samurai legendaris kembali relevan. Kami memberi rating 9 dari 10, dan ini layak masuk daftar game aksi terbaik tahun ini.
Sumber: IDN Gaming
